Showing posts with label lintas-media. Show all posts
Showing posts with label lintas-media. Show all posts

Monday, November 9, 2015

Bebas dari Hukuman Mati, EKM Dipulangkan dari Arab Saudi ke Sukabumi

sukabumiNews, JAKARTA - EKM (33), tenaga kerja Indonesia dipulangkan ke rumahnya di Sukabumi, Senin (9/11/2015).

EKM sempat ditahan otoritas Arab Saudi di Dammam sejak 2010, karena tuduhan membunuh bayinya.

EKM tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, pada pukul 07.25 WIB. Dari bandara, ia langsung diantarkan oleh staf Kementerian Luar Negeri kepada keluarganya di Kampung Munjul, Geger Bitung, Sukabumi, Jawa Barat.

“Sebetulnya EKM sudah diputus bebas pengadilan pada bulan April. Namun, karena masalah administrasi keimigrasian, baru tanggal 8 November bisa dibebaskan dan dipulangkan," ujar Dede Rifai, pejabat Konsuler KBRI Riyadh dalam siaran pers seperti dikutip TRIBUNNEWS.

Dede menjelaskan, pada tahun 2010, EKM mengaku hamil setelah selesai menghabiskan cuti di Indonesia. Ia sengaja tidak memberitahukan kehamilannya kepada majikannya, Said Husen Fathallah, lantaran khawatir akan diberhentikan dan dikembalikan ke Indonesia.

Akibatnya, saat melahirkan, EKM membunuh bayinya dan memasukkan ke dalam kantong plastik. Kejadian itu dilaporkan majikannya ke kepolisian Arab Saudi.

Di pengadilan, EKM dituntut hukuman mati qishas. Red*

Tempat Penyimpanan Surat Suara Sukabumi tak Layak

sukabumiNews, SUKABUMI- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sukabumi menerima surat suara untuk Pemilihan Bupati (Pilbup) di sekretariatnya di Komplek Gelanggang Cisaat , Minggu (8/11/2015).

Ratusan ribu lembar surat suara itu tersimpan dalam sebanyak 1.805 dus. Kini ribuan dus itu di simpan dan ditempatkan di bangunan gelanggang Cisaat yang belum selesai, tepat di depan Sekretariat KPU di komplek Gelanggang Cisaat.

Seperti diberitakan INILAHCOM tempat penyimpanan atau gudang surat suara yang termasuk vital ini dibuat dengan berdindingkan bilik bambu di sekelilingnya. Sedangkan bagian atap merupakan bangunan yang terbuat dari coran atau beton.

Bambu-bambu sebagai penyangga bilik pun, ujung bagian atasnya hanya menempel dengan coran beton. Kemungkinannya juga sulit untuk dipaku. Antara bilik bambu bagian atas dengan atap beton sekelilingnya ada celah sekitar 30 centimeter.

Tempat yang dijadikan oleh KPU Kabupaten Sukabumi sebagai penyimpanan surat suara tersebut biasa di pakai tempat parkir motor. Bila ada kegiatan di sekitar gelanggang. Juga lantainya masih bertembok kasar dan kondisi di sekitarnya lembab, terlebih lagi saat ini masuk musim hujan.

"Di tempat ini kalau malam gelap dan suka ada yang pakai ngumpul-ngumpul. Ada yang pacaran ada juga yang mabuk-mabukan. Kalau hujan besar airnya suka masuk sampai ke dalam," ujar sumber INILAH yang sehari-hari biasa berada di sekitar lokasi.

"Saya tidak mengkhawatirkan. Karena kita sudah bekerjasama dengan kepolisian untuk mengamankan selama 24 jam. Di dalam dan diluar gudang ada pengaman kepolisian," kata Komisioner KPU Kabupaten Sukabumi, Meri Sariningsih saat dikonfirmasi di Sekretariat KPU, Minggu (8/11/2015).
Menurut dia begitu surat suara sampai ke gudang KPU akan segera dilaksanakan tahap selanjutnya yaitu penyortiran dan pelipatan surat suara. Rencananya dijadwalkan mulai Selasa hingga Kamis yang melibatkan sebanyak 250 orang atau petugas hingga tahap distribusi.

"Kekhawatiran-kekhawatiran itu sudah diantisipasi. Pertama mulai hari ini kepolisian sudah berjaga-jaga. Lantai sudah dibersihkan, sedangkan mengenai kelemahan-kelemahan, seperti menutup langsung sesuai harapan, karena ketersediaan anggaran," ujar dia. Red*

Thursday, April 18, 2013

Ledakan Dahsyat di Pabrik Pupuk Texas Seperti Bom Nuklir

SUKABUMIchannel, Texas - Ledakan yang terjadi di pabrik pupuk Texas, Amerika Serikat (AS) dirasakan sangat kuat hingga seperti bom nuklir. Dikhawatirkan ledakan di kota West ini merenggut banyak korban jiwa, yang hingga saat ini belum bisa dipastikan jumlahnya.

"Rasanya seperti ledakan bom nuklir. Asap ledakannya berbentuk jamur raksasa," tutur Walikota West, Tommy Muska, seperti dilansir CNN, Kamis (18/4/2013).

"Ada banyak orang yang luka-luka. Ada banyak orang yang tidak akan ada di sini besok," ucap Muska.

Meski belum diketahui penyebabnya, ledakan yang terjadi pada Rabu (17/4) malam ini memicu kerusakan besar di area sekitar pabrik. Tidak hanya gedung-gedung di dalam kompleks pabrik tersebut yang hancur, namun juga puluhan bangunan yang ada di dekatnya. Termasuk sebuah sekolah dan rumah-rumah warga.

Getaran akibat ledakan ini bahkan dirasakan oleh warga yang berada sejauh 80 km dari lokasi ledakan. Bahkan Survei Geologi AS mencatat, ledakan ini tercatat sebagai gempa dengan kekuatan 2,1 Skala Richter.

Salah seorang warga setempat, Erick Perez (21) menyaksikan langsung ledakan dahsyat ini. Saat kejadian, Erick dan sejumlah temannya asyik bermain basket di lapangan sekolah di dekat lokasi. Awalnya, mereka berpikir ledakan ini tidak begitu besar. Namun sekitar setengah jam kemudian, jelas Erick, ledakan membesar dan asapnya berubah warna. Erick dan rekan-rekannya pun terhempas ke tanah.

"Ledakan seperti ini belum pernah saya lihat sebelumnya. Kota ini benar-benar hancur," ucapnya.

Hingga saat ini, otoritas setempat belum bisa memastikan jumlah korban tewas dalam insiden ini. Namun diperkirakan korban jiwa bisa mencapai 60-70 orang.

"Petugas pemadam mengkhawatirkan jumlah korban tewas terus bertambah, bahkan hingga mencapai angka 60-70 korban tewas. Itu baru angka kasar, saya mendapatkan perhitungan tersebut dari petugas pemadam kebakaran, kami tidak tahu pasti," ucap Dr George Smith, selaku Direktur Manajemen Darurat setempat.

"Namun, dua personel EMS (petugas medis) dipastikan tewas, dan diduga ada 3 petugas pemadam yang juga tewas," imbuhnya.

West merupakan wilayah di bagian utara Texas, AS yang dihuni sekitar 2.800 orang. Akibat ledakan ini, wilayah West benar-benar kacau. Banyak rumah hancur dan sejumlah penduduk terpaksa dievakuasi ke tempat aman. (detikNews)

(nvc/ita)

Kiai al-Hukama Penentang Syiah di Sampang Bebas Dari Hukuman

SUKABUMIchannel, Sampang - Majelis Hakim Pengadilan Nengeri Surabaya, kemarin membebaskan Roeis al-Hukama dari segala dakwaan jaksa. Sebelumnya jaksa penuntut umum Ismunadi menuntut terdakwa, yang dituduh sebagai otak (dalang) kerusuhan saat terjadinya perusakan dan pembakaran rumah warga Syiah di dusun Nangkernang, Desa Karanggayam, Kecamatan Omben, Sampang, dengan tuntutan 2 tahun penjara.

Peristiwa kerusuhan di Karanggayam itu,yang berlangsung 26 Agustus, 2012 itu, mengakibatkan seorang pengikut Syiah, Hamamah, tewas. Seluruh rumah, termasuk milik pemimpin Syiah Tajul Muluk, hangus terbakar. Namun, Majelis Hakim yang diketuai Ainur Rofiq menilai semua tuduhan jaksa tideak terbukti. "Terdakwa dinyatakan bebas murni, dan harus direhabilitasi nama baiknya",kata Ainur Rofiq.

Majelis Hakim tidak tidak  melihat unsur-unsur yang memberatkan Roeis. Dakwaan perusakan, pengeroyokan, dan pembunuhan hanya diperkuat oleh satu dari 20 orang saksi yang dihadirkan di persidangan. Parak saksi bahkan mengatakan Roies berada di rumahnya  yang berjarak 300-500 meter dari lokasi kejadian. Jadi tidak terbukti Roies ikut terlibat dalam aksi itu.

Ihwal penghasutan oleh Roeis yang melalui pengeras suara masjid juga dimentahkana oleh hakim. Sebab, para saksi mengaku tidak mendengarnya. Saat itupun alat penger suara tersebut sedang rusak dan diperbaiki.

Orang-orang yang bersimpati kepada Roeis dan memenuhi ruang sidang meneriakkan takbir.  Seusai sidang, Roeis menyatakan putusan majelis hakim sesuai dengan kehendak Tuhan. "Alhamdulillah, ini karena Allah", ujarnya.

Sementara itu, pemimpinn Syiah di Sampang, Iklil Almilal, mengaku tidak terkejut dengan keputusan pengadilan , yang membebaskan Tajul, yang tak lain adik kandungnya sendiri oleh hakim. "Saya sudah tidak percaya pada pengadilan di Indonesia", ujar Iklil kepada wartawan di Surabaya. af/hh - voa-islam.com

About

SUKABUMICHANNEL Cahannel Berita Sukabumi