Showing posts with label regional. Show all posts
Showing posts with label regional. Show all posts

Thursday, October 21, 2021

Kelompok Tani Mukti Gunungguruh Panen Padi Hasil Demplot Pupuk Organik Bank Sampah


GUNUNGGURUH (SC) – Kelompok Tani Mukti Desa Gunungguruh melakukan panen demonstrasi plot (demplot) padi varietas Inbrida Padi Sawah Irigasi (Inpari) Pajajaran yang telah ditanam selama 98 hari dengan menggunakan Pupuk Organik Cair Berkah Sejahtera.


Diketahui bahwa Pupuk Organik Cair Berkah Sejahtra diproduksi oleh kepengurusan Bank Sampah Gunungguruh Bersih dari hasil Bank Sampah.


Adapun lokasi kegiatan panen demmplot padi varietas Inpari ini berlangsung di RW 01 Desa Gunungguruh Kecamatan Gunungguruh Kabupaten Sukabumi Jawa Barat, pada Selasa (19/10/2021).


Kegiatan panen dihadiri langsung oleh Kepala Desa Gunungguruh, Kepala BPP dan PPL Gunungguruh, Gapoktan Tani Mukti dan kepengurusan Bank Sampah Gunungguruh Bersih.


Pendiri Bank sampah Gunungguruh Bersih Muhammad Raffi Nasution mengungkapkan rasa syukur lantaran apa yang dimimpikannya hari ini bisa terwujud.


"Alhamdulilah pada hari ini, kami dari Bank Sampah Gunungguruh Bersih melakukan panen demplot padi yang kita tanam selama 98 hari yang lalu, dengan menggunakan Pupuk Organik Cair Berkah Sejahtra yang diproduksi dari hasil Bank sampah Gunungguruh Bersih dengan hasil lumayan memuaskan,” ujar Raffi Nasution kepada sukabumiNews.net di lokasi panen.


Muhamad Rafi mengungkapkan bahwa pada peringatan HUT ke -151 tahun Kabupaten Sukabumi, warga RW 01 Desa Gunungguruh bisa mempersembahkan prodak pupuk organik cair berkah sejahtra dari bank sampah Gunungguruh bersih.


"Jadi bukan hanya mimpi semata, dengan kerja keras para pengelola bank sampah dibantu semua unsur, pada HUT ke- 151 tahun Kabupaten Sukabumi ini Bank Sampah Gunungguruh Bersih berhasil membuat pupuk organik cair,” terangnya.


Ke depan, lanjut dia, bkerjasama dengan seluruh kepala desa yang ada di wilayah Kecamatan Gunungguruh, ia akan mencanankan Desa Gunungguruh menjadi Desa Wisata Organik.


“Sesuai target kami satu desa satu bank sampah agar sampah kita lebih bermanfaat dan tidak menumpuk di tempat pembuangan sampah," jelasnya.


Mengenai rencananya tersebut, dia mengatakan bahwa untuk sementara pihaknya akan menfokuskan mulai dari RW 01 sampai 12 Desa Gunungguruh.


“Alhamdulilah pak Panji selaku Kades kami selalu mensuport rencana dan kegiatan kami. Mudah-mudahan kami bisa bersinergi dengan kepengurusan Bank Sampah," tutupnya.


Ditempat yang sama, Ujang Herman selaku produser Pupuk Organik Berkah Sejahtra mengaku bahwa pupuk organik cair produksi bank sampah Gunungguruh bersih hasilnya tidak kalah dengan pupuk organik yang dibuat oleh perusahaan- perusahaan besar.


Ujang menyebut, bahwa kandungan-kandungan dari pupuk organik cair ini sudah diatas standard dan sudah bisa diaplikasikan ke tanaman, baik holtikultura maupun tanaman berbuah.


Sementara kata Ujang, harga dari pupuk organik hasil Bank Sampah Gunungguruh Bersih ini cukup ekonomis, hanya Rp10 ribu rupiah per 1 liter. “Dari 1 liter ini bisa dicampur dengan air 15 liter, dan bisa digunakan untuk 1 hektar areal persawahan,” terangnya.


Apabila ada keluhan, tambah Ujang, para petani bisa langsung datang ke Bank Sampah Gunungguruh Bersih. “Dan kami beserta BPP Gunungguruh siap melayani untuk berkonsultasi mulai dari pemakaian, penanaman sampai panen akan kita bombing," katanya.


Unjang juga menabahkan bahwa selain pupuk organik, Bank Sampah Gunungguruh Bersih juga memproduksi maggot. Karena menurutnya maggot sangat dibutuhkan untuk mengurai sampah organik.


Dari hasil pendualan pupuk organik yang diproduksi bank sampahnya itu kata Ujang, ditabung dan dikembalikan kepada nasabahnya.


“Dan untuk sampah yang tidak laku, kita manfaatkan untuk pemberdayaan ibu-ibu, dijadikan kerajinan, dan ada juga yang kita jadikan paving blok,” jelas Ujang mengakhiri. (**)

Friday, October 8, 2021

Penderita Kista Ovarium ini Dapat Bantuan Rp10 Juta dari Program Udunan Online

Seorang warga penderita penyakit Kista Ovarium di Kelurahan Sindang Palay mendapatkan bantuan dari UDUNAN online (Istimewa) 

SUKABUMICHANNEL (CIBEUREUM) – Seorang warga penderita penyakit Kista Ovarium di Kelurahan Sindangpalay, Kecamatan Cibeureum, Kota Sukabumi, Yeni mendapat bantuan senilai Rp10 juta dari masyarakat Kota Sukabumi melalui donasi yang disalurkan melaui program udunan online.

Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi, kepada Yeni di kediamannya, Kamis (7/10/2021).


Kepala Dinas Sosial Kota Sukabumi, Punjul Saepul Hayat, menjelaskan bahwa sejauh ini bantuan yang telah disalurkan melalui program udunan online adalah sebesar Rp. 341.497.116.


Bantuan tersebut selain diperuntukkan bagi warga yang membutuhkan perawatan kesehatan, juga disalurkan diantaranya bagi warga tidak mampu yang membutuhkan rehabilitasi rumah.


“Program udunan online ini telah diluncurkan sejak bulan Desember 2019 lalu, dengan tujuan untuk menjadi salah satu solusi dalam mempercepat pengentasan masalah sosial,” ujar Panjul.


Selain melalui situs udunanonline.com, tambah Panjul, warga yang ingin menyalurkan donasinya juga bisa menggunakan aplikasi android udunan online yang tersedia di google playstore.


Sementara, pada kesempatan tersebut, Wali Kota Kota Sukabumi, Achmad Fahmi menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh warga yang telah ikut berdonasi sehingga udunan tersebut telah tersalurkan sebanyak 16 kali kepada warga membutuhkan.


“Manusia sebagai makhluk sosial membutuhkan bantuan, dukungan dari sesama dan semangat inilah yang melatar belakangi lahir program udunan online,” ucap Fahmi.


Wali Kota berharap, program udunan online yang dikelola oleh Forum Silih Asah Silih Asuh, dapat semakin luas jangkauannya, sehingga semakin banyak warga membutuhkan yang terbantu. (red*)

Wednesday, October 6, 2021

Warga Asal Tangerang Banten Tewas Tenggelam di Curug Cikaso Cibitung



SUKABUMICHANNEL (CIBITUNG) – Afan Ramadhan (23), warga asal Perum Puri Asih Candu, Blok D 1/9, RT 02/06, Kelurahan Serdang Wetan, Kecamatan Legok Tangerang, Provinsi Banten, dikabarkan tewas di kawasan wisata Curug Cikaso, Rabu (6/10/2021).

Curug Cikaso merupakan wisata air terjun yang beralamat di Kampung Ciniti, Desa Cibitung, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Sukabumi Jawa Barat.


Ketua Forum Koordinasi SAR Daerah Kabupaten Sukabumi, Okih Pazri Assidiq kepada awak media mengatakan, korban tewas saat ia tengah berlibur dan berenag bersama keempat temannya di kawasan wisata air terjun Curug Cikaso tersebut.


“Peristiwa terjadi sekira pukul 09.15 WIB, Ini bermula saat korban bersama teman-temannya yang berjumlah lima orang sengaja mendatangi lokasi wisata Curug Cikaso dengan menggunakan sebuah mobil,” ungkap Okih.


Okih mengatakan, berdasarkan laporan yang diterima dari Koordinator Pos Sarda Kecamatan Cibitung bahwa korban bersama teman-temannya datang pada pagi hari, sekira pukul 09.00 WIB menuju Curug Cikaso untuk berenang di kawasan wisata air terjun.


“Setiba di lokasi, empat orang yang merupakan teman korban singgah di warung kopi yang lokasinya tidak jauh dari kawasan wisata Curug Cikaso. Sedangkan korban langsung menuju bibir Curug Cikaso untuk berenang,” terangnya.


Okih menuturkan, menurut informasi yang diperoleh, korban ini sempat diberi imbauan oleh petugas kebersihan dan tukang warung agar berhati-hati dan tidak berenang di curug tersebut.


“Namun korban tidak mengiraukn dan dia langsung berenang. Nah, selang beberapa menit tukang warung minta tolong ada yang tenggelam," ungkapnya.


Setelah itu, kata Okih, temannya langsung menolong dibantu oleh warga lokal dengan menggunakan alat sederhana. Yaitu satu batang bambu. "Waktu itu, juga korban langsung di ketemukan karena posisi berenangnya masih di pinggir. Namun nyawa korban sudah tidak bisa diselamatan," terangnya.


Dikabarkan, korban tenggelam ketika hendak naik ke darat pasca berenang, dan terpeleset, sehingga jatuh kembali ke air, membentur batu, dan tenggelam kurang lebih sekira 30 menit di dasar air.


"Sekira pukul 09.45 korban ditemukan mengambang oleh warga dan teman-temannya di pinggir sungai yang lokasinya tidak jauh dari Tempat Kejadian Musibah (TKM)," tuturnya.


Sementara saat kejadian, beber Okih, kondisi air terjun tidak begitu besar. Namun disinyalir arus di bawahnya sangat kencang. "Diduga korban belum mahir untuk berenang," sambungnya.


Setelah dievakuasi, petugas gabungan dan pemerintah setempat langsung mengidentifikasi jasad korban yang dilakukan oleh Muspika Kecamatan beserta Koramil dan Kepolisian Sektor Surade.


"Korban yang sudah dievakuasi dari Curug Cikaso selanjutnya akan dibawa ke RSUD Jampangkulon untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, dan nantinya akan diserahkan kepada pihak keluarga korban," pungkasnya. (*)

Monday, June 1, 2020

Jalin Silaturahmi, Kapolres Sukabumi Kota Kunjungi Ponpes Terpadu Al-Istiqomah

Buya Royani (kiri) saat dikunjungi Kapolres Sukabumi Kota yang baru, AKBP Sumarni (kedua dari kanan).  
sukabumiChanner, KOTA SUKABUMI – Kapolres Sukabumi Kota AKBP Sumarni mengunjungi pondok pesantren terpadu Al-Istiqomah di Kp. Kebonmanggu Gunungguruh Kabupaten Sukabumi Jawa Barat pada Ahad (31/05/2020) siang.

Pada kunjungan kali ini, AKBP Sumarni bertatap muka dengan pimpinan ponpes terpadu Al-Istiqomah, Buya Royanudin dan ketua ormas GOIB (Gabungan Ormas Islam Bersatu) KH. Asep Sirojudin.

Informasi yang berhasil diperoleh dari Humas Polres Sukabumi Kota menyebutkan bahwa rangkaian kegiatan kunjungan Kapolres Sukabumi Kota yang baru, ke pondok pesantren tersebut dilakukan untuk menjalin sinergitas antara Polres Sukabumi Kota dengan tokoh agama di wilayah hukum Polres Sukabumi Kota.

Selain itu, Polisi Wanita pertama yang menjabat sebagai Kapolres di kota Sukabumi tersebut mengajak para ulama untuk bersinergi dengan Polri dalam menjaga kondusifitas di wilayah Sukabumi, salah satunya dengan membantu mensosialisasikan penerapan protokol kesehatan kepada masyarakat di tengah pandemi covid-19.

"Selain bersilaturahmi, kunjungan ini kami lakukan untuk mengajak para alim ulama untuk bersinergi dengan kami, salah satunya dengan membantu mensosialisasikan penerapan protokol kesehatan kepada masyarakat di tengah pandemi covid-19" ujar AKBP Sumarni saat dikonfirmasi melalui telepon seluler.

Pada kesempatan yang sama, AKBP Sumarni turut menyebutkan bahwa masyarakat kota Sukabumi harus bisa menyesuaikan diri dengan rencana penerapan new normal yang akan dilaksanakan di kota Sukabumi.

"Masyarakat kota Sukabumi khususnya, harus siap menyesuaikan diri dengan rencana akan diterapkannya new normal di kota Sukabumi, salah satunya dengan disiplin menjalankan protokol kesehatan seperti menggunakan masker, menjaga jarak (physical distancing), rajin mencuci tangan menggunakan sabun hingga menerapkan PHBS (pola hidup bersih dan sehat)," pungkasnya. (*)

Monday, November 9, 2015

Tempat Penyimpanan Surat Suara Sukabumi tak Layak

sukabumiNews, SUKABUMI- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sukabumi menerima surat suara untuk Pemilihan Bupati (Pilbup) di sekretariatnya di Komplek Gelanggang Cisaat , Minggu (8/11/2015).

Ratusan ribu lembar surat suara itu tersimpan dalam sebanyak 1.805 dus. Kini ribuan dus itu di simpan dan ditempatkan di bangunan gelanggang Cisaat yang belum selesai, tepat di depan Sekretariat KPU di komplek Gelanggang Cisaat.

Seperti diberitakan INILAHCOM tempat penyimpanan atau gudang surat suara yang termasuk vital ini dibuat dengan berdindingkan bilik bambu di sekelilingnya. Sedangkan bagian atap merupakan bangunan yang terbuat dari coran atau beton.

Bambu-bambu sebagai penyangga bilik pun, ujung bagian atasnya hanya menempel dengan coran beton. Kemungkinannya juga sulit untuk dipaku. Antara bilik bambu bagian atas dengan atap beton sekelilingnya ada celah sekitar 30 centimeter.

Tempat yang dijadikan oleh KPU Kabupaten Sukabumi sebagai penyimpanan surat suara tersebut biasa di pakai tempat parkir motor. Bila ada kegiatan di sekitar gelanggang. Juga lantainya masih bertembok kasar dan kondisi di sekitarnya lembab, terlebih lagi saat ini masuk musim hujan.

"Di tempat ini kalau malam gelap dan suka ada yang pakai ngumpul-ngumpul. Ada yang pacaran ada juga yang mabuk-mabukan. Kalau hujan besar airnya suka masuk sampai ke dalam," ujar sumber INILAH yang sehari-hari biasa berada di sekitar lokasi.

"Saya tidak mengkhawatirkan. Karena kita sudah bekerjasama dengan kepolisian untuk mengamankan selama 24 jam. Di dalam dan diluar gudang ada pengaman kepolisian," kata Komisioner KPU Kabupaten Sukabumi, Meri Sariningsih saat dikonfirmasi di Sekretariat KPU, Minggu (8/11/2015).
Menurut dia begitu surat suara sampai ke gudang KPU akan segera dilaksanakan tahap selanjutnya yaitu penyortiran dan pelipatan surat suara. Rencananya dijadwalkan mulai Selasa hingga Kamis yang melibatkan sebanyak 250 orang atau petugas hingga tahap distribusi.

"Kekhawatiran-kekhawatiran itu sudah diantisipasi. Pertama mulai hari ini kepolisian sudah berjaga-jaga. Lantai sudah dibersihkan, sedangkan mengenai kelemahan-kelemahan, seperti menutup langsung sesuai harapan, karena ketersediaan anggaran," ujar dia. Red*

BPBD: 9 Kecamatan di Sukabumi Rawan Tsunami

sukabumiNews, SUKABUMI - Bentangan garis pantai di pesisir selatan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, yang mencapai 117 kilometer, membuat wilayah itu rawan tsunami. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus berkonsentrasi menghadapi berbagai kemungkinan terjadinya tsunami di wilayah itu.

"Selain bencana longsor, banjir, dan bencana lainnya, konsentrasi kita juga difokuskan pada tsunami karena wilayah Kabupaten Sukabumi memiliki bentangan garis pantai hampir 117 kilometer. Kondisi itu bisa dikategorikan rentan tsunami," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sukabumi Andi Kusnandi seperti dikutip Media Indonesia, Minggu (8/11/2015).

Di beberapa lokasi, BPBD sudah memasang alat deteksi dini (early warning system) tsunami. Alat deteksi dini tsunami itu memang bukan untuk mencegah terjadinya tsunami, tapi lebih kepada peringatan dini kepada masyarakat. "Upaya-upaya antisipasi perlu dilakukan. Minimalnya ada pengurangan risiko," ujar Andi.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Sukabumi Irwan Fajar menyebutkan, ada 9 kecamatan di Kabupaten Sukabumi, yang terpetakan rawan tsunami. Sembilan kecamatan itu yakni Palabuhanratu, Cikakak, Cisolok, Tegalbuleud, Ujunggenteng, Ciracap, Ciemas, Cibitung, dan Kecamatan Surade.

"Di setiap wilayah rawan potensi tsunami kita pasangi alat deteksi dini tsunami," kata Irwan.

Selain potensi tsunami, BPBD juga konsentrasi menghadapi gempa tektonik dan vulkanik. Apalagi Kabupaten Sukabumi yang terbagi menjadi 47 kecamatan diapit dua pegunungan berapi yang masih aktif.

"Wilayah Sukabumi itu dikelilingi Gunung Gede dan Gunung Salak. Dua gunung itu masih aktif," ujar dia.

BPBD juga rutin mensosialisasikan hal=hal terkait tsunami kepada masyarakat. BPBD juga memasang plang jalur-jalur evakuasi tsunami di wilayah rawan.

"Plang tersebut sebagai petunjuk bagi masyarakat untuk menyelamatkan diri jika terjadi tsunami," kata dia. Red*

Wednesday, April 30, 2014

Kendaraan Dinas Akan Ditambah Pemkot Sukabumi

Kota SUKABUMI - Demi mempermudah kinerja Pegawai Negeri Sipil (PNS) dilingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi Jawa Barat, direncanakan kendaraan dinas baru kembali ditambah.

Wakil Wali Kota Sukabumi, Ahmad Fahmi mengatakan, jumlah kendaraan dinas baru yang diperlukan telah didata. “Juga untuk mengganti kendaraan tidak layak pakai,” kata Ahmad Fahmi kepada wartawan, seperti dikutif ROL beberapa waktu lalu.

Dikatakan Fahmi, kendaraan dinas akan ditambah untuk PNS yang kerjanya di lapangan seperti lurah dan petugas di Dinas Perhubungan maupun Satuan Polisi Pamong Parja atau petugas yang setiap harinya kerja di jalan. “Itu yang menjadi target,” tuturnya.

Sedangkan tujuan yang paling utama adalah mempermudah kinerja para PNS agar tepat waktu dalam bertugas sehingga pelayanan kepada masyarakat tidak tertunda atau terganggu. “Kendaraan dinas ini hanya boleh digunakan saat dinas saja dan tidak diperbolehkan untuk kepentingan pribadi yang tidak terlalu penting,” tukasnya.

Sertifikasi Guru 2014 di Kabupaten Sukabumi Molor

“Mayoritas Guru Tak Paham IT”

SUKABUMI– Terlambatnya pencairan tunjangan sertifikasi 2014 bagi guru dan kepala Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Sukabumi Jawa Barat, diakibatkan akurasi Data Poko Pendidikan (Dapodik) yang kurang benar. Hal tersebut, juga dipicu ketidak pahaman Kepala SD dan guru terhadap teknologi. Apalagi, syarat pencairan sertifikasi tergantung pada pengisian data Dapodik yang diunggah secara online. Dari data yang tercatat ada sebanyak 6000 guru di Kabupaten Sukabumi penerima sertifikasi 2014.

“Mayoritas para kepala sekolah dan guru ini lebih mengandalkan jasa operator sekolah yang memiliki tugas cukup berat,” kata Kepala Seksi (Kasi) P2TK SD Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi Hamdani S. Pd kepada wartawan saat dijumpai di ruang kerjanya Senin, (28/04).

Lebih lanjut ia menjelaskan, seharusnya kepala sekolah atau guru penerima sertifikasi ini tidak menggantungkan pengisian Dapodik kepada operator melainkan diisi langsung masing-masing penerima. ” Memang seharusnya seperti itu sebab, jika ada satu saja variabel tak diisi maka, data secara keseluruhan tidak bisa diterima sistem. Ya, salah satu contoh saya mengajar, tapi rombongan belajarnya (rombel) tidak diisi, bagaimana bukti mengajarnya,” jelas pria ramah itu.

Lebih berbahaya lagi tutur Hamdani,  jika sistem menerima namun pengisian data salah maka dana sertifikasi bisa masuk rekning orang lain. ” Nah, disini juga harus diperhatikan jika datanya tidak lengkap atau salah sasaran bisa fatal akibatnya,” tutur Hamdani.

Karena itu ia berharap, kepala sekolah dan guru penerima tunjangan ini bisa memahami betul tentang Information Teknologi (IT). ” Mudah-mudahan minggu depan dana ini bisa cair seiring penyerahan data yang akurat,” pungkasnya. [sukabumizone]

Monday, February 24, 2014

KPU KOTA SUKABUMI SUDAH TERIMA 233 RIBU SURAT SUARA

KPU (Komisi Pemilihan Umum) Kota Sukabumi, sudah menerima 233 dus, atau sebanyak 233 ribu surat suara, untuk Pemilihan DPRD Kota Sukabumi Tahun 2014, dengan mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian Resosrt Sukabumi Kota, Kamis (20/2) lalu.

Seperti dijelaskan Ketua KPU Kota Sukabumi, Hamzah, S.Ag., surat suara tersebut, sesuai dengan jumlah DPT (Daftar Pemilih Tetap), yang disampaikan KPU Kota Sukabumi ke KPU Pusat, yakni sebanyak 222 ribu 422 pemilih, ditambah cadangan 2 persen, untuk mengganti surat suara yang rusak, atau ada penambahan pemilih.

Dikatakan, surat suara tersebut dipastikan akan melebihi DPT.  "Karena pada bulan Januari 2014, ada penyusutan jumlah DPT sebanyak 333 pemilih, yakni dari 222 ribu 422 pemilih menjadi 222 ribu 89 pemilih", jelas Hamzah.

Hamzah juda menjelaskan, dengan adanya kelebihan surat suara tersebut, pihaknya menunggu keputusan KPU Pusat, karena masih ada pemilih yang belum terdaftar. Sedangkjan menurutnya, surat suara tersebut, dalam waktu dekat akan disortir, untuk mengetahui surat suara yang rusak.

Sementara Divisi Logistik KPU Kota Sukabumi, Dra. Sri Utami, M.M. mengatakan, pelaksanaan penyortiran terhadap surat suara tersebut, akan dilakukan mulai tanggal 27 Februari 2014 sampai dengan tanggal 3 Maret 2014 mendatang, sambil menunggu surat suara untuk Pemilihan DPRD Provinsi Jawa Barat, serta untuk DPR RI dan DPD RI.

Sedangkan, menurut Sri Utami, surat suara untuk Pemilihan DPRD Kota Sukabumi tersebut, termasuk kotak dan bilik suara, disimpan di ruko yang disewa KPU Kota Sukabumi. [Malik AS.]

PERDA TENTANG LARANGAN MIHOL TETAP MEMBERLAKUKAN 0 PERSEN MIHOL

Walikota Sukabumi, H. Mohamad Muraz, S.H., M.M. menandaskan, Perda (Peraturan Daerah) Kota Sukabumi Tentang Larangan Mihol (Minuman Beralkohol), tetap memberlakukan 0 persen Mihol di Kota Sukabumi. Hal ini sejalan dengan Visi Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi Tahun 2013-2018, yakni Dengan Iman dan Taqwa, Mewujudkan Pemerintahan Yang Rahmatan Lil Alamin.

Adapun maksud dan tujuan diterbitkannya Perda tersebut, sebagai salah satu upaya, untuk menjaga keamanan, ketenteraman dan ketertiban, sekaligus untuk memelihara moralitas masyarakat Kota Sukabumi, termasuk untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara terpadu dan menyeluruh.

Selain itu, juga untuk menyediakan pangan yang aman, bermutu dan bergizi, sebagai prasyarat dalam menyelenggarakan sistem pangan yang dapat memberikan perlindungan kesehatan bagi masyarakat, sekaligus memperhatikan nilai-nilai keagamaan, adat dan budaya, serta nilai-nilai kearifan lokal dan kultur masyarakat Indonesia yang luhur.

Ditandaskannya, ketentuan larangan Mihol ini, diperuntukan bagi setiap orang atau badan di wilayah Kota Sukabumi, untuk tidak memproduksi, meracik, mengedarkan, memperdagangkan atau menjual, membagikan secara gratis, meminum atau mengonsumsi Mihol, kecuali untuk kepentingan pengobatan atau medis di rumah sakit dan upacara keagamaan.

Ditandaskan pula, dalam menegakan Perda tersebut, Pemerintah Kota Sukabumi, akan senantiasa berupaya optimal melakukan pengawasan dan penertiban, oleh Tim Satgas (Satuan Tugas), dengan para anggotanya terdiri dari seluruh SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah), yang memiliki Tupoksi (Tugas Pokok dan Fungsi), dalam bidang Penegakan Perda, Kesehatan, Perizinan, Perdagangan, dan Pendidikan, sekaligus memberikan pertimbangan secara tertulis kepada Kepala Daerah.

Walikota Sukabumi juga menjelaskan, dengan diterbitkannya Perda tersebut, ada kewajiban bagi Pemerintah Kota Sukabumi, bersama-sama dengan para Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat, untuk memberikan pengarahan, pembinaan dan bimbingan kepada masyarakat, tentang bahaya Mihol bagi kesehatan, termasuk berbagai dampak lainnya bagi masyarakat.

Dengan demikian, dalam melaksanakan dan menerapkan Perda tersebut, perlu dilakukan kerja sama dan koordinasi yang baik dengan semua pihak, serta harus senantiasa sesuai dengan kewenangan dan ketentuan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku. [sukabumikota]

Monday, April 29, 2013

Bored Looking Accident, Residents Work to Fix Damaged.

Residents attempt to repair damaged roads
SUKABUMIchannel, Caringin-Tired of seeing frequent occurrence of accidents, residents kp Caringin Kulon Rt 07/08 Village Caringin Kulon District Caringin led Jamaludin, chairman of the Youth Village berusahan repair asphalt road that has long been broken.
Damage to roads in villages across the district area Caringin not new, because in almost every district across the street to remote villages in the district of Sukabumi many severely damaged.
"If not us, who else will fix it. After all, the government today as closed eyes ", said Jamal amid a bustle worked together to repair roads damaged by menemboknya. Friday (26/4).
It is said, He and fellow local residents are concerned because many users of vehicles, especially motorcycles that fall due to road conditions severely damaged earlier stops."In the last month alone was approximately ten people who are victims," ​​he said. In fact, Ade (25), a resident of the neighboring village, until now have not been able to move his right arm, a broken ", Clear Jamal.
About where the cost of road improvements obtained, Jamal said, the cost is purely the result of mutual cooperation and help of the user community. "No support from the party or candidate, although now more crowded-crowded pencalegan issue", he explained. However, he did not dismiss the help of his village.
Until now, according to Jamal, improvements to the way the brick is already spent 8 million more. "Our new 100-meter wall, to a target 1 km", he said.
Utuk that he hoped that his intention run smoothly, local residents and road users do not hesitate to give you a boost. "Either by force or otherwise materially", harapnnya.
He also hoped that the government pay attention to and immediately repair the damaged roads, so as not to cause adverse effects over the government and the people themselves if it is ignored shal drawn. (Malik)

FORMATION: "PT. Should Java Indonesian cement Aspiration Responsive to Citizens ".

Chairman of  FORMASI, Taufik Hidayat
SUKABUMIchannel, CARINGIN - Citizens Communication Forum Sirnaresmi (Formation) hope, the PT. Java cement that is now being built in the area, namely Kp. Talaga Sari RT. 04/06, Desa Sirnaresmi, Gunungguruh District, Sukabumi, to always be responsive to the aspirations and desires of local residents as outlined in the MOU between the residents and the previous company.

This was revealed by the Chairman of Formation Sirnaremi village, Tufik Hidayat when convening socialization MOU, held at the Village Office Sirnaresmi, Senis (04/22/2013).

It is said, in addition to the desire, people also expect the MOU Followup socialization. "Socialization should continue so that more people understand the benefits of a large company in the region," said Taufik.

"Citizens have not even knowing 100% benefits sememen manufacturing presence in the village", he added.

To that end, Taufik Further, as a part of the community, it wants to control and oversee the company's commitment associated MOU has been agreed and signed. "Not intended as presumption prevented prevented other parties who do not want peace in our village", said Taufik.

"If you dare violate the company, the company must domicile permit can be revoked". Taufik added.

Socialization is present at the MOU, Kadesh Sirnaresi, Deden Sopandi Adang, and other elements Gununggurung muspika District. (Malik)